Padang Lawas Utara – Satu orang warga di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19.

Sedangkan satu warga lainnya berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), menyusul empat orang yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai ODP.

Berdasarkan peta pemantauan sebaran Covid-19 di Kabupaten Padang Lawas Utara per Senin, 30 Maret 2020 pukul 17.00 WIB, didapati sebanyak 45 orang pelaku perjalanan di Kecamatan Dolok Sigumpulon, 49 orang pelaku perjalanan dan 1 ODP di Kecamatan Dolok, 15 orang pelaku perjalanan di Kecamatan Halongonan, 45 orang pelaku perjalanan dan 1 ODP di Kecamatan Halongonan Timur.

Kemudian 8 orang pelaku perjalanan di Kecamatan Ujung Batu, 93 pelaku perjalanan dan 1 ODP di Kecamatan Simangambat, 55 orang pelaku perjalanan dan 2 ODP di Kecamatan Portibi, di Kecamatan Padang Bolak Tenggara terdapat 104 pelaku perjalanan dan 1 PDP.

Berikutnya 84 orang pelaku perjalanan di Kecamatan Batang Onang, di Kecamatan Ulu Sihapas sebanyak 30 orang pelaku perjalanan, 31 pelaku perjalanan di Kecamatan Padang Bolak Julu dan 115 pelaku perjalanan di Kecamatan Padang Bolak.

Karena itu kami menduga si PDP sepertinya memang pola hidupnya yang kurang baik seperti sering begadang, merokok dan lainnya, sehingga membutuhkan perawatan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Padang Lawas Utara Lairar Rusdi Nasution, menyebutkan hingga Senin pihaknya menetapkan satu orang warga sebagai PDP.

“Yang PDP ini tidak memiliki riwayat perjalanan, akan tetapi ada melakukan kontak dengan pelaku perjalanan yang baru kembali dari Kota Medan sekitar 10 hari yang lalu,” ungkapnya.

Kemudian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan yang sempat melakukan kontak dengan PDP, dan hasilnya si pelaku perjalanan dinyatakan sehat dan tidak ada gejala sama sekali.

“Karena itu kami menduga si PDP sepertinya memang pola hidupnya yang kurang baik seperti sering begadang, merokok dan lainnya, sehingga membutuhkan perawatan. Namun karena gejalanya mengarah ke corona, makanya ditetapkan sebagai PDP. Dan untuk mengetahui positif atau negatifnya, dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan tes sweb. Dan kita sedang menunggu alat tes sweb ini dikirim dari Medan,” jelasnya.

Usai dilakukan pengecekan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Haruaya, Paluta, lanjutnya, PDP ini diisolasi mandiri di rumahnya. Untuk ODP di Paluta, Lairar Rusdi mengaku mengalami pertambahan jumlah dari sebelumnya 4 orang menjadi 5 orang.

“Ada satu ODP bertambah yang memiliki riwayat perjalanan dari Medan. Yang bersangkutan datang berobat ke salah satu praktik dokter, namun karena menunjukkan gejala yang mirip mengarah ke corona, selain diberikan obat juga disarankan untuk melapor ke posko terdekat. Setelah dipantau kondisi ODP ini sudah berangsur membaik namun tetap didata sebagai ODP,” terangnya. Sumber